BERITA PUTR MALRA

Jembatan Konstruksi Baley Di Desa Reyamru Telah Rampung Dan Digunakan Masyarakat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Maluku Tenggara, Herling Priartha, mengatakan jembatan darurat dengan konstruksi baley yang terletak di Desa Reyamru Kecamatan Kei Besar Utara Timur Kabupaten Maluku Tenggara, saat ini telah rampung dan telah digunakan masyarakat setempat.

Jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 3,2 meter yang dikerjakan CV.Jusren Jaya tersebut  merupakan akses dari dan ke Kecamatan Kei Besar Utara Timur

jembatanyeramru45

“Sebelumnya ada jembatan Wear Lakes namun karena jembatannya ambruk akibat banjir beberapa waktu lalu maka jembatan konstruksi baley dipasang untuk membantu transportasi dan konektivitas masyarakat setempat” ungkap Herling

Selain itu, masyarakat di Kecamatan Kei Besar Utara Timur yang ingin bepergian ke pusat-pusat kecamatan lainnya sudah tidak bermasalah dengan konektivitas.

Selanjutnya, dengan adanya jembatan tersebut mobilisasi logistik, akses pelayanan Kesehatan dan Pendidikan bisa terlayani dengan lancar.

Jembatan darurat konstruksi Baley itu sifatnya mobile dan fleksibel sehingga mudah untuk digunakan dimana saja dan kapan saja.

“Kita tidak pernah minta bencana, namun kita harus punya tanggap bencana, karena kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Misalnya di Malra terjadi kejadian-kejadian force mayor, maka rangka Baley itu bisa dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan,” tuturnya.

Herling akui, sejak awal pihaknya berencana untuk membangun jembatan darurat dengan menggunakan batang-batang kelapa, namun rencana tersebut diurung mengingat bahan

Batang kelapa tidak efisien dan efektif dalam rangka mendukung proyek pekerjaan jalan Hollat-Banda Eli yang saat ini sedang di tender .

Selama pekerjaan proyek, bahan-bahan materialnya akan dimuat melintasi jembatan darurat itu, ditambah pula dengan alat-alat berat lainnya. Sebagai satu-satunya akses, maka dengan menggunakan batang-batang kelapa nanti berat (tonase) tidak sesuai struktur jembatan.

Kalau menggunakan rangka Baley, setidaknya akan aman dari sisi teknis maupun dari berat/bobot kendaraan yang akan melintas.

Dengan pertimbangan tersebut, maka saat ini jembatan darurat dengan rangka baley tersebut sudah selesai dikerjakan dan dapat digunakan untuk membantu mobilisasi kegiatan pekerjaan jalan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR Provinsi Maluku terkait pembangunan jembatan baru.  Saat ini sementara disusun/disiapkan perencanaan teknis pembangunan jembatan Reyamru,” ungkap mantan kepala bagian barang dan jasa Setda Kabupaten Maluku Tenggara .

Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi maka perencanaan tersebut nantinya akan diusul di DAK 2023.

Bupati Maluku Tenggara telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku khususnya anggota DPRD asal Dapil VI.

Melalui bantuan Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Provinsi Maluku sedang melakukan proses pengusulan di DAK 2023.

Herling menjelaskan saat ini pihaknya sementara godok perencanaannya sehingga bisa masuk. Jadi perencanaan teknis disiapkan lebih dulu baru kita anggarkan fisiknya.

Hingga saat ini dalam penyelesaian perencanaan fisik untuk diusul dalam Program Infrastruktur Tahun 2023 pada Dinas PUTR Provinsi Maluku. Proses ini melibatkan Dinas PUTR Provinsi Maluku bersama Dinas PUTR Kabupaten Malra.

“Jadi perencanaannya di Dinas PUTR Malra. Kita yang anggarkan biayanya. Intinya, kami usulkan perencanaan teknisnya di APBD Perubahan 2022, sementara di dinas PUTR Provinsi Maluku yang mengakomodir biaya pembangunan fisik jembatan yang baru,” pungkasnya.

(disadur dari : infopublik.id)